Showing posts with label Fishing Baits. Show all posts
Showing posts with label Fishing Baits. Show all posts

Friday, 24 April 2015

Cara mudah Mancing Sepat

"Cara mudah Mancing Sepat" yang dapat anda jadikan masukan dan bahan referensi untuk memancing anda.
Mengingat perkembangan internet di Indonesia semakin bagus, banyak para pemancing menggunakan teknologi internet sebagai sarana untuk mencari informasi cara memancing, cara membuat umpan yang jitu, tehnik memancing, harga alat pancing (joran, reel, popper, minnow, bait casting, senar), tempat dan spot memancing yang banyak ikannya. Oleh karena itu, mancingmania.net mencoba memberikan beberapa tutorial dan artikel bagi para pemancing untuk memudahkan pencarian.
Pada artikel yang akan di bahas mancingmania.net terkait judul "Cara mudah Mancing Sepat", mungkin bagi sebagian pemancing kurang lengkap dan kurang jelas. Anda dapat mencari informasi yang di inginkan dengan mengetikkan kata kunci di kolom pencarian yang sudah tersedia. 


Gambar mancing ikan sepat
Gambar mancing ikan sepat

Sepat adalah ikan yang hidupnya bergerombol, tempat yang ideal untuk mancing sepat adalah yang kondisi airnya tenang dan tentunya tidak berarus. Makanya danau, waduk, rawa, kolam bekas galian pasir adalah tempat yang paling ideal untuk berburu sepat. Namun bukan berarti di tempat yang berarus sepat tidak bisa dipancing, tentunya akan lebih sulit memancing sepat di tempat yang berarus (hal ini bisa dijadikan tantangan).
Keuntungan dalam memancing sepat adalah sifat dari ikan ini yang secara periodic mengambil oksigen langsung dari udara. Kebiasaan sepat yang satu ini memudahkan kita mencari tempat dimana sepat bergerombol. Ciri-ciri tempat dimana sepat bergerombol adalah spot dimana sepat tidak henti-hentinya mengambil udara sepintas akan terlihat seperti “boiling”.
Biasanya sepat berkumpul di dekat tanaman air seperti kangkung, eceng gondok dan sejenisnya. Karena selain tempat makan, tanaman tersebut juga dijadikan tempat untuk menyimpan telur mereka saat berkembang biak.
Sesampainya di lokasi mancing, luangkan waktu berkeliling mencari tempat dimana sepatnya keliatan banyak. Jangan terburu-buru , santai saja menikmati pemandangan sekitar adalah bagian yang tidak terpisahkan dari memancing sepat. So santai saja dan nikmati setiap tahapnya…
Joran
Pada dasarnya setiap jenis joran bisa digunakan untuk memancing sepat, namun demikian untuk merasakan sensasi strike sepat tentunya kita harus menyesuaikan dengan ukuran sepat yang akan kita pancing. Berhubung monster sepat hanya berukuran maksimal 3 jari, rasanya sangat pas kalau kita menggunakan joran dengan kelas super light tackle.
Joran yang direkomendasikan adalah tegek mini (mini pole rod) untuk berburu sepat. Joran ini bisa kita temukan di setiap toko pancing, harganya pun cukup murah dan terjangkau. Selain simple karena bisa dilipat tegek juga mempunyai kelebihan lain yaitu kita tidak membutuhkan kelosan/gulungan atau ril penggulung, cukup ikat benang diujung tegek sepanjang tegek tersebut dan langsung bisa digunakan.
Karena sepat biasa berkumpul di pinggir kita tidak membutuhkan tegek yang terlalu panjang. Ukuran dua meter dirasakan sangat tepat untuk berburu sepat. Makin kecil diameter tegek yang digunakan maka sensasi tarikan sepat akan lebih terasa. Usahakan joran atau tegek yang digunakan tidak terlalu lentur karena semakin lentur akan semakin sulit bagi kita untuk mengkonversi strike menjadi hook-up.
Jika anda memang suka dengan tantangan lebih, bisa juga kita menggunakan joran super lentur buatan kita sendiri dari bahan fiberglass. Biasanya di toko-toko pancing kita bisa menemukan fiber yang sudah sangat lentur untuk bahan pembuatan joran sepat ini. Apabila anda merasa blank fiber yang anda beli kurang lentur anda bisa mengamplasnya sehingga mencapai kelenturan yang diinginkan.
Line
Semaki kecil diameter benang (line) yang kita gunakan semakin baik hasil yang akan kita capai. Karena menggunakan benang diameter besar akan membuat sepat takut dan ragu-ragu untuk menyambar umpan. Apalagi berat seekor sepat rata-rata tidak lebih dari 20gr, tentunya kita tidak membutuhkan benang dengan kekuatan besar . Benang dengan kekuatan 1 pounds (lbs) atau sama dengan 0.5kg lebih dari cukup untuk berburu sepat.
Namun demikian usahakan mencari benang yang memiliki diameter kecil dengan “bondage” yang besar, bisa jadi sat kita mancing sepat ikan lain dengan ukuran lebih besar menyambar umpan kita. Tentunya kesempatan ini tidak ingin kita sia-sia kan bukan? Anggap saja sebagai bonus. Intinya sedia paying sebelum hujan.
Apabila di spot tempat anda mancing sepat terdapat ikan jenis lain yang berukuran lebih besar dari sepat gunakanlah benang dengan diameter maksimal 0.13 mm yang biasanya memiliki kekuatan sampai dengan 3 pounds (1.5kg). Ukuran 0.13 mm dirasakan belum menakuti sepat sehingga sepat masih mau makan umpan kita.
Kail
Karena mulut sepat terkenal sangat kecil jelas kita membutuhkan mata kail yang super kecil pula. Bagi daerah yang terbiasa dengan ngabenteur atau waderan (jawa) rasanya tidak akan sulit untuk mencari mata kali yang super mini ini. Namun jangan lupa kalau benteur/wader masih bisa dipancing dengan mata kail sampai dengan ukuran 1 kecil, maka sepat maksimal ukuran kailnya adalah 0.5 kecil. Syukur-syukur kalau anda bisa mendapatkan ukuran 0.1. Sayang tidak semua merk mengeluarkan ukuran ini, kalaupun ada khususnya mata kail impor, para importer jarang yang mau datangkan karena memang jarang sekali pembelinya.
Kelemahan kail ukuran 0.1 adalah sering sekali tertelan sampai tenggorokan sepat, sehingga kita akan sedikit kesulitan mengeluarkan kail dari mulut ikan. Ukuran rekomended untuk mancing sepat adalah 0.3 kecil atau 0.5, memang tingkat keberhasilan hook up tidak setinggi ketika kita menggunakan ukuran 0.1 namun ketika hook up kita juga tidak akan dibuat repot.
Pelampung
Pelampung berbentuk jarum adalah pelampung yang tepat untuk mancing sepat, bentuknya yang lonjong membuat pelampung ini sangat sensitif saat umpan ikan menyambar umpan. Gunakanlah pelampung jarum dengan panjang maksimal 5cm . Pengunaan pelampung lain sebenarnya bisa saja, selama tidak terlalu besar dan mampu menahan beban timah kail dan umpan. Namun pelampung jarum terbukti yang terbaik.
Timah Daun
Gunakanlah timah lembaran atau biasa disebut dengan timah daun, gunakan timah daun secukupnya agar bisa menenggelamkan setengah badan dari pelampung. Posisi pelampung seperti ini sangat memudahkan kita mengetahui saat yang tepat untuk menggentak joran saat strike terjadi.
Rigging
Susunlah riging sederhana dengan susunan sebagai berikut : Pelampung jarum – timah secukupnya – mata kail. Karena sepat adalah ikan permukaan (jarang sekali mau makan di dasar) maka biarkan mata kail yang sudah terisi umpan mengambang di tengah-tengah air. Jarak yang ideal adalah 20 cm antara pelampung dan timah, sementara dari posisi timah pemberat ke mata kail cukup 5 cm saja.
Umpan
Banyak sekali jenis umpan yang bisa digunakan untuk memancing sepat, mulai dari umpan universal atau cacing, ramuan pelet juga bisa dipakai untuk memancing sepat. Namun berdasarkan pengalaman umpan untuk sepat yang paling efektif adalah kroto atau daging udang tawar.
Kedua umpan ini juga sangat mudah didapatkan, hampir di setiap toko pancing atau toko yang menjual keperluan makanan burung, kroto selalu menjadi menu utama penjualan. Hal ini disebabkan kroto juga popular sebagai tambahan racikan umpan ikan mas. Sementara apabila anda ingin menggunakan udang cari saja di took-toko ikan mas.
Cukup dengan mencantolkan telur kroto yang masih berbentuk lonjong (belum terbentuk menjadi semut utuh) pada mata kail dan lemparkan pada spot yang diinginkan. Sementara untuk pemakaian udang, anda harus mengambil daging udang sekecil mungkin disesuaikan dengan ukuran mata kail. Lemparkan dan tunggu sepat menyambar.
Start Fishing
Setelah semua peralatan dan umpan kita siapkan, perjalanan memancing sepat pun kita mulai. Seperti yang sudah disampaikan diawal, sesampainya di tempat jangan lupa untuk meluangkan waktu untuk berjalan-jalan mencari tempat sepat bergerombol.
Setelah anda menemukan pusat keramaian sepat, jangan langsung melempar umpan. Perhatikan keadaan sekitar, periksalah tempat mancing anda dengan teliti terutama dari keberadaan binatang seperti ular, semut merah atau serangga yang bisa jadi mengganggu acara mancing anda. Tidak lucu kalau saat sepat sedang ramai-ramainya menyerang anda harus kehilangan momen tersebut hanya karena badan anda gatal-gatal akibat serangan semut merah atau serangga lainnya.
Jangan lupa siapkan bekal air minum atau makanan kecil sehingga acara mancing anda benar-benar enjoy, membawa termos untuk menyeduh segelas kopi.
Strike
Setelah anda lemparkan umpan ke hot spot, perhatikan pelampung dengan seksama. Bila sepat di spot tersebut memang banyak biasanya tidak perlu waktu lama untuk sepat menyambar umpan. Karena cara makan sepat tidak langsung menyambar dan menelan umpan seperti ikan-ikan lain, maka gerakan pelampung haruslah diikuti dengan seksama . Apabila gerakan pelampung masih turun naik seperti mesin jahit itu tandanya sepat masih mempermainkan umpan (menyedot dan langsung menyembur umpan berulang kali).
Momen yang paling pas adalah ketika pelampung yang sudah kita set tenggelam untuk setengahnya bergerak tenggelam full. Momen ini hanya beberapa saat saja kurang dari sekejap mata, untuk itu kita harus memiliki gerak reflex yang kuat. Gentaklah perlahan saja, apabila momen itu pas maka seekor sepat akan tergantung manis di joran kesayangan anda.
Bila anda terlambat sepersekian detik saja anda hanya akan mengangkat kail dengan umpan yang sudah rusak. Segera anda harus menggantinya, dim omen-momen inilah sensai mancing sepat akan sangat terasa.
Tidak sedikit para pemancing yang baru mencoba mancing sepat akan putus asa gara-gara selalu gagal mengkonversi strike menjadi hook up, saat itulah kadang-kadang sumpah serapah secara tidak sadar keluar dari mulut hahaha…. Apabila kita mancing bersama dengan teman-teman tentunya momen itu bisa jadi sangat lucu dan menggelikan, keceriaan akan timbul disana.
Dengan terus menambah jam terbang mancing sepat tentunya akan menambah pemahaman akan karakteristik memancing sepat, makanya jangan ragu untuk terus berlatih.
Get Smile
Kepuasaan saat memancing tidak selalu berdasarkan ukuran yang kita dapatkan. Namun kebahagiaan itu bisa kita dapatkan ketika kita benar-benar menikmati setiap tahap ketika memancing. Toh kita kan ingin mancing bukan pingin ikan hehehe… Jadi walaupun cuma sepat, TERSENYUMLAH.

Credit:Sumber

Wednesday, 28 May 2014

Fishing Without Bait





Have you ever left the dock and headed out to fish after forgetting your bait?

How many of us have ever left the dock and headed out to fish only to find you left the bait in a cooler on the dock? It’s a long ride back to the dock, and at the price of fuel today, it makes it very expensive to head back and retrieve it.
I have left my bait on several occasions over the years. There were also some days when there was no bait to be found! There are some solutions to a dilemma like this. Being prepared ahead of time can allow you to fish without retrieving that bait.

I always keep several items on the boat. These are things I only remove when I do a complete cleaning, and I make sure they are stowed on the boat again before I finish. They include several Sabiki rigs in a variety of sizes, an unbreakable jar of salt-hardened shrimp pieces, and a cast net.

The Sabiki rigs are a staple item on my boat for catching live bait. The shrimp is what I use to tip my bucktail jigs, and it also can be used alone to catch small fish for bait. The cast net is, of course, the major bait catching item. I keep it stowed in a two gallon plastic bucket, always ready when a school of baitfish comes around.

Improvising also plays an important role on one of these days. I remember one trip in particular when I was growing up in Key West. We had a small skiff and outboard – an 11 hp Wizard from Western Auto – and we did a lot of trolling for barracuda. We trolled because the boat leaked so badly we could only anchor for a few minutes at a time.

The boat was tied to some mangroves in a small creek. A fishing trip entailed buying bait, usually three pounds of whole mullet, and taking all our gear to the boat.

On this particular day, we managed to leave the mullet on the counter at the bait shop. We discovered this fact after we had left the creek and run to the small islands near Sawyer Key, around which we planned to troll. With no bait, my father took his shirt and undershirt off. He tore several strips of cloth from his white undershirt. They were about ten inches long and two inches wide.

Normally we would have taken one filet from the side of a mullet and cut it in half long ways to make two strip baits. This strip bait would be placed on a tandem double hook rig, and trolled slowly behind the boat. Barracuda on the grass flats around these islands could not resist bait like this.

Today, we took the cloth strips and hooked them up just like we did the mullet baits. In short order, we had several fish in the boat. The belly of a barracuda is very nice and white, and my father did not wait very long to slice a few strip baits from the fish we had caught.

It turned out to be a good day, even “without bait”. I even went to “Show and tell” at school the next Monday to tell everyone how we had caught fish on a piece of cloth!

Next time you're on the water with no bait, try a little innovation. It just might work!

Monday, 26 May 2014

Umpan Jitu Mancing Ikan Air Tawar

   Bagi sebagian orang, memancing merupakan hobi yang sangat menyenangkan. Jika kita memancing, kita dapat merasakan sebuah pengalaman, yaitu disaat kita mendapatkan ikan-ikan yang kita inginkan.
Tapi memancing juga bisa membosankan dimana kita harus sabar dan terus sabar menunggu ikan untuk menyambar umpan yang kita pasang. Tapi dengan sabar menunggu, itu bisa  untuk melatih kesabaran kita.

   Berikut  adalah beberapa Tips dan Trik yang mungkin bisa anda coba untuk memancing  di air tawar
Untuk masalah joran nya anda bisa menggunakan joran dari bambu, supaya bambunya  kuat anda bisa menggunakan bambu China, karena bambu ini sangat kuat, lurus dan tahan lama. Joran jenis Bambu China ini sering digunakan orang untuk memancing di sungai karena tahan terhadap derasnya arus sungai.

   Dan untuk masalah umpan nya anda bisa menggunakan :
 1. Kroto ( telur semut ),  Anda dapat mendapatkan Kroto (telur semut) di hutan, biasanya ada di pohon-pohon pendek.
  

 2. Anda juga bisa menggunakan Ubi jalar ( Gadong iccir dalam bahasa kami batak toba ) sebagai umpan pancing anda. Ubi ( Gadong ) tersebut direbus sampai agak matang ( tidak matang seluruhnya ). Kemudian anda dapat mencampurnya dengan pelet ikan yang biasa dipakai agar daya tarik umpannya terhadap ikan semakin kuat.
 

3. Lumut, tumbuhan ini sangat kuat dalam menarik perhatian ikan, cara pemakaiannya, hanya dengan menggulung lumut tersebut sedikit, kemudian mengkaitkannya pada ujung mata kail. Lumut lebih mudah digunakan karena tidak perlu mencampurnya dengan bahan lain dan lumut mudah didapat, biasanya lumut bisa di dapat di sungai-sungai, kali, kolam.
 

4. Cacing tanah, kalau yang ini sudah biasa digunakan untuk memancing, biasanya digunakan untuk memancing ikan lele.
 

   Demikianlah beberapa Tips dan Trik memancing ikan air tawar yang dapat saya sampaikan untuk anda para pemancing, semoga berhasil memancing ikannya. jangan lupa untuk mencoba.
 
 

Monday, 19 May 2014

Tips & Trick mancing Baronang



 















Pemilihan spot

jika anda ingin memancing baronang ada beberapa cara mencari spot yg strategis untuk mancing baronang

  1. Dermaga, biasanya garonang senang bersembunyi di dekat tiang tiang dermaga
  2. Rumpon kerang Hijau , baronang sangat menyukai kerang
  3. Sekitar karang atau batrean atau pemecah ombak ( terutama yg banyak lumut )
  4. Kapal karam
Kondisi air Air

Baronang sangat menyukai air yg sedikit gelap , tetapi bukan kotor dan mereka cenderung bersembunyi di sela sela karang

Umpan

Bemacam teori tentang umpan baronang , ada yang suka pake lumut , ada yang lebih suka pake nasi dan malah ada yg pake ketan malah banyak juga yg pake bakwan or lontong

semuanya sebenarnya bisa dipake karena baronang termasuk ikan rakus tapi sebelum menentukan umpan yg efektiv sebaiknya lihat spotnya dulu

apabila anda mancing di sekitar batrean lebih baik pakai umpan lumut ... nah karena sekitar itu banyak lumut .. yg merupakan habitat baronang tersebut

untuk di dermaga lebih baik pakai nasi , bakwan ataupun lontong ... biasanya banyak kapal membuang sisa makanan di dekat dermaga .. maka nasi lebih efektiv ketimbang lumut

Untuk mancing disekitar Bagan kerang hijau .. pakailah umpan kerang hijau , karena baronang disekitar bagan tersebut lebih galak ... pake kerang hijau

Peralatan wajib mancing baronang

  1. Tegeg ( sebaiknya panjang antara 4,5 - 6 meter )
  2. Pelampung ( ada ufo , diamond dan bola ... tergantung selera )
  3. Kenur ( 8 - 12 lbs )
  4. Garong ( tergantung selera mau ukuran kecil atau besar )
Semoga berguna bagi para pemula , kalo ada pertanyaan hubungi suhu suhu dibawah ini
Erwin a.k.a Om Win ( specialis Pelampung )
Tom ( ubur-ubur ) specialis
Didi ( ahlinya buat pancing garong )
Hamzy ( Garonger senior yg siap bagi bagi ilmu )
Ichang ( specialis tegeg , hampir semua jenis tegeg dah di pengang, dipegang doang sih )
Johan ( wah kalo yg ini tanya ama ichang dech ,,, yang ikut sampe 4 hari nyari tompel )
MJO ( salah satu dosen pusdiklat batrean merah/ijo ) 



Sumber

Monday, 28 April 2014

Live Bait Lessons: How To Fish, Catch, Keep and Use Live Bait


You've no doubt experienced the scenario on more than one occasion: It's a picture-perfect day on the water. The first five casts in your favorite fishing spot has produced three nice 3-4 lb. speckled trout. But despite repetitious efforts, your lures fail to produce any further results. The fish have simply stopped hitting just as fast as they started. This prompts you to wonder whether you spooked the fish, or was that the last of them? Those questions are soon squelched as you noticed the boat next to you pulling in trout as fast as their lines hit the water. Upon careful observation your crew finds they're using live bait. With all eyes fixed on the steady action, and realizing mutiny could break out at any moment, you decide it's best to leave the antagonizing scene.
Although it's an arguable matter whether live bait catches more fish than artificials, it's something to consider when the most successful guides won't leave the dock without it. This is because they realize that live bait attracts more, and bigger, fish, which in turn draws more customers.
As is generally known, specks have an assortment of marine life in their diet. But the age of the fish can dictate its preference, such as younger specks choosing shrimp, and the larger ones choosing bait fish. This, of course is a general rule. An example to the contrary is during spring when large trout infiltrate the coastal waters to waylay shrimp.
Adroit surf and bay anglers have often resorted to live minnows or shrimp to catch trout under three pounds. While on the other hand, live baitfish like croaker, mullet, pinfish and porgies (menhaden) are used to catch the larger, yellow-mouth trout up to 9 pounds in offshore waters.
Among the factors that discourage some anglers from using live bait are the lack of availability, too time consuming to catch and the necessity for an aeration system. While these reasons may seem legitimate, benefits far out weigh the obstacles once you know the facts.
Basically there are four methods to obtain live bait, but obviously purchasing it from a bait shop is the simplest. Most find cocahoe minnows to be more readily available through vendors than live shrimp, at least in southeast Louisiana. And, mostly only where competition for patrons is high are you likely to find live shrimp offered at all.
Out of all baitfish, the cocahoe is most highly prized due to its stamina and effectiveness in catching fish. They can be easily caught with a minnow trap placed in a pond or marsh ditch. To lure the minnows into the trap many baits work well, but crushed crab or a can of dog food with holes punched into it is hard to beat. These minnows can also be caught at night with a long-handled bait net used along roadside ditches or launch areas.
porgynet.jpg (46542 bytes)Trawl nets are also used to catch various baits like croaker, pinfish, mullet, porgies and shrimp, but one must limit the trawling time to no more than 10-15 minutes or the bait may drown or become too damaged to keep alive. Often two 10-15 minute drags can yield enough bait for a whole day's trip, if the drags are made around the mouths of canals leading into main bodies of water.
A more convenient an hassle-free method to catch bait is with the use of a cast net. True it does take some practice to master, but once accomplished it can be very productive.
After learning to cast the net, the next thing to learn is where to cast. Along thecastnet.jpg (34415 bytes) Louisiana Gulf coast many dams, ditches and weirs leading from estuaries into salt and brackish water abound throughout. These are the places to focus in on for bait, especially during falling tides. Care must be exercised so as not to get snagged on any part of the dam structure or on any debris that might lie below. Casting in unsure areas has been the cause of many a damaged or lost net.
Much bait can also be caught during the night and early morning darkness where lights illuminate the water around camp sites, piers and launches. Sometimes one or two casts is all it takes in these areas to fill the well with a variety of baits.
One thing you want to be sure of is to catch or purchase enough bait for all aboard. Not having enough live bait can be almost as frustrating as not having it at all. It's good to figure about 30-40 baits per angler, per day when going after trout and reds.
After you have obtained the bait by whatever method, you will have to make sure they stay alive and frisky. This is where properly aerated bait well comes to play. Best suited for this are containers constructed without corners so the bait can swim smoothly along without crowding. Likewise, choose an aeration system that employs water circulation from outside and pumps that are not contained in the tank.
These factors are critical in that it will make the difference in how long the bait will survive. The importance of water temperature and freshly circulated outside water can't be overly emphasized. Tanks with built-in pumps naturally generate too much heat which rob the water of its retention to oxygenate, a factor detrimental to the bait. Also, live bait produces waste matter which is discharged into the water. If this is not alleviated through outside circulation the bait will be short lived as well.
Different baits are more susceptible to the variables than others. Porgies, for example, are great for catching all sorts of fish, but they are very delicate and difficult to keep alive. This is where the live bait system previously mentioned is best; and logically with anything that's "best", it's more expensive.
A less expensive alternative is the 12 volt air pump system with aeration ring. It too works very well on delicate baits. This type of system has an air pump that mounts outside the tank with a flexible air hose running to a large aeration ring located at the bottom of the bait well. This system works on the same principle used for indoor aquariums and is the simplest and best system for the frugal. The only thing you have to periodically do with this system is manually drain off water and add outside water with a bucket to clean out waste matter. A note of caution, however, make sure the same type water the bait thrives in is used. For example, don't dump freshwater into a saltwater environment and visa versa.

Another efficient 12 volt aerator system is the impeller type which incorporates a spinning blade at the bottom of a plastic tube housing. The motor is at the top of the tube out of the water and the impeller blades are driven by way of a thin, solid shaft. 

The only pitfall about this system is that shrimp fellers can collect around the impeller shaft and/or blades despite filter cage protection . This usually does not present an immediate problem, but you do have to clean them off after each use or the blade may not properly aerate the water.
Some other factors to keep in mind to preserve the life of your bait are don't mix live shrimp with baitfish unless a separator is installed, don't dump ice into the tank, and always use a dip net to retrieve the baits.
Mixing live shrimp with bait fish is like putting a cat and dog in the same box, they are natural enemies. What happens is the shrimp will continuously stick the bait fish with their horn in this inescapable confinement as often as they make contact, eventually killing them.
To dump ice into a bait well and or retrieve the bait with your hands can also be an expensive mistake. Many forget that chlorine, human oils and salt, and sun lotions are chemicals that can be very poisonous to delicate aquatic life. If you find a need to cool the water temperature, add sealed containers of ice or frozen gel-packs.
Basically, there are two methods most often used when fishing for specks and reds or any other panfish with live bait. The first method is in shallow water along reefs where various type corks are used to suspend the bait below the water. Corks such as weighted or non-weighted popping, clicking or sliding work well depending on what effect you want to achieve.
Clicking corks are particularly useful to simulate the fish-attracting sound of jumping shrimp. Two such corks are the Mansfield Mauler or Cajun Thunder, constructed of a narrow floater with a metal rod with plastic beads on each end.
The Mansfield Mauler was developed in Texas and has become popular throughout the Gulf Coast due to its effectiveness. Other cork designs that work well are the hollow plastic versions with internal metal beads for rattling. 
The other two corks, popping and sliding, have two different functions. The popping cork mimics a deep gulping sound of a fish hitting bait on the surface, simultaneously producing a water spray. This water spray gives the effect of fleeing baitfish on the surface.
The sliding cork is probably less popular than all the other corks, yet it is unique in that it allows baits to be suspended in unlimited depths while allowing ease of cast. This cork is designed with a hole through the center and is more of a bulky type floater than the others.
Rigging the sliding cork takes a little more effort than snapping a popping cork to the line. With the sliding cork, in sequence assembly is a must. First slide the plastic bead that comes with the cork up the fishing line followed by the cork. Next slide an egg sinker of appropriate weight (no less than 1 oz.) up the line and tie a no. 5 barrel swivel to the end of the line. After that, make a mono leader of 2 feet and tie one end to the swivel and the other to a hook. To set the depth you want to fish, simply tie a small piece of rubber band around the fishing line at any place above the bead and trim excess ends. After the cast is completed, it will be necessary to feed extra line out from the reel. This will allow the line to pass through the cork only until the rubber band and bead contact the cork, stopping the line at the preset depth.
When fishing larger live bait fish, use a Kahle Horizontal hook in the 2/0 -4/0 size, keeping in mind you want the bait to swim with less weight as possible while not sacrificing hooking efficiency. On smaller baitfish and live shrimp, use a no. 4 treble hook. Line in the 12-20 lb. test is sufficient with the hook tied directly to the line without any other hardware.
Placement of the hook in both shrimp and baitfish is important if you want them to stay alive and swim naturally. On bait fish, place the hook through the upper lip, passing it ahead of its eyes. Don't place the hook behind the eyes or through the eyes as this will kill the bait. In some cases if the baitfish is large, place the hook through its back, below the dorsal fin. On shrimp, place the hook behind the base of its horn.
When fishing offshore waters in deeper ranges, like around oil platforms, a second method is used to get the bait down to the bottom. This method is especially productive when fishing for large trout.
To make this rig tie a hook to an 18 inch piece of 20 lb. mono and on the opposite end tie a no. 5 barrel swivel. Slide an egg sinker up the fishing line, and tie the line to the swivel. Use only enough weight to get the line down. Too much weight or other unnecessary hardware along the line must be avoided or this will hinder the baits movement.
After making the cast, allow enough line to carry the bait down to the bottom. Once contact is made there, reel in line just enough to feel the weight. If after a few minutes no strike occurs, feed a little more line out from the reel so the bait has more room to swim. This will allow the bait more range to move off the bottom, possibly placing it in a more conspicuous area.
Like many professional guides, you too can increase your catch with the use of live bait - don't go fishing without it! 

Source

Sunday, 27 April 2014

Tip Mengumpan Tenggiri


Umpan 101

Tenggiri
Tenggiri
Tenggiri sememangnya menjadi pilihan ramai pemancing sejak dulu lagi. Di negara kita, lokasi yang menjadi tumpuan pemancing ialah di Tuas Yan, Sedili, perairan Terengganu, Rompin, Kuching  dan banyak lagi tempat yang terdapat unjam dan tukun tiruan. Teknik yang sering digunakan untuk menjerat ikan tenggiri  ialah mengunakan teknik menghanyut (drifting) umpan hidup.
 
Umpan yang digunakan ialah ikan kembung, selar, tamban, sotong dan ikan tongkol. Ikan umpan hidup lebih digemari oleh ikan tenggiri berbanding ikan yang telah mati. Penggunaan perambut jenis wayar steel diwajibkan kerana ikan tenggiri mempunyai gigi yang amat tajam seperti pisau.
 
Selain itu teknik trolling juga mampu memperdayakan ikan tenggiri. Gewang jenis selaman dalam digunakan semasa trolling. Ikan tenggiri juga boleh di pancing menggunakan jig besi. Jig besi yang dipadankan dengan kevlar steel digunakan untuk jigging tenggiri.
 

Set Memancing Ikan Tenggiri.
Memancing tenggiri amat mudah. Walupun ikan ini mampu memberi tentangan hebat, ikan ini cepat kalah kerana ikan ini tidak mempunyai stamina yang lama.

Ikan ini amat seronok di pancing jika menggunakan set sesuai  dan sepadan dengan kekuatan ikan ini. Padanan rod berkeluatan PE1-2 atau PE1-3 bersama kekili bersaiz ringan seperti kekili siries 2000 siries - 4000 siries pasti mengujakan.

 
Untuk memancing ikan tenggiri ini saya gemar menggunakan tali utama yang berkekuatan 20lb. Tidak lupa juga tali perambut kabel sebagai insurance kerana ikan tenggiri yang mempunyai gigi yang tajam dengan mudah dapat memotong tali mono ataupun tali braided.
 
Mata kali yang sering saya gunakan bersesuaian iaitu bersaiz 2/0-4/0. Set memancing seperti di atas memadai untuk memancing ikan tenggiri. Perlu diingatkan kelebihan mempunyai tali utama yang banyak mampu memberi kelebihan kepada pemancing untuk menang semasa perlawanan dengan ikan ini.

Sumber

Friday, 18 April 2014

CARA PEMBUATAN PELET UNTUK UMPAN PANCING


Di postingan ini saya akan menerangkan bagai mana cara pembuatan umpan pancing dari pelet lele, Perlu di ketahui sebelum menggunakan pelet ini kita harus mengetahui, pancing apa yang bisa menggunakan umpan ini?....jawabannya adalah semua pancing bisa menggunakan umpan ini, tapi lebih umumnya untuk umpan pelet ini pancing yang di gunakan adalah pancing gombyok. untuk kelebihan menggunakan pancing gombyok yaitu pelet yang di pasang tidak mudah habis, dan untuk kemungkinan dapat ikannya yaitu 80%. Di bandingkan dengan pancing yang hanya satu mata pancing di isi menggunakan umpan pelet.


gambar pelet lele


langsung saja tidak usah panjang lebar, untuk bahan - bahan dan alat yang di perlukan antara lain :

  1. Air : Sebagai pelarut pelet.
  2. Baskom : yang berguna untuk tempat mengaduk bahan - bahan.
  3. Panci : Sebagai perebus air.
  4. Plastik penutup : untuk menutup peet yang sudah di siram air panas
  5. Gelas 200 mm : sebagai takaran air.
  6. Pelet lele ukuran tanggung: sebagai bahan utamanya.
  7. Terasi udang yang ukuran besar : sebagai perangsangnya 
  8. Roico rasa sapi: sebagai perangsang  
Cara peracikannya sebagai beriku:

  • Siapkan air dalam panci sebanya 500 ml.
  • Nyalakan kompor kemudian rebus air ter sebut samapai mendidih,.
  • Selanjutnya siapkan pelet.
  • Taruh pelet kedalam baskom sebanyak 1/2 kg
  • Masukkan terasi kira kira separo pes.
  • Masukkan juga roiko rasa sapi 1 pes semuanya.
  • Setelah air mendidih matikan kompor 
  • Kemudian tuangkan air kedalam baskom yang berisi racikan tadi sebanyak  200 ml.
  • Selanjutnya tutup baskom tersebut dengan plastik pennutup + 30 menit.
  • Setelah 30 menit buka plastik penutupnya
  • Kemudian  campur semua bahan dengan cara meremas remas pakai tangan biar pulen.
  • Setelah Pulen pelet siap di gunakan.
Demikian trik pembuatan umpan pancing yang simpel tapi pasti di jamin top cer untuk mancing ikan.... sekian dan selamat mencoba.......... wassalamu'alaikum.Wr.Wb


Sumber 

More Fishing News: www.gofishtalk.com 

Sunday, 13 April 2014

Umpan Memancing

Memancing ikan  di air tawar maupun air laut bagi beberapa orang merupakan kegiatan olahraga untuk sekedar mendapatkan keringat, sebagai penyalur hobi untuk menghalau stress atau sebagai suatu profesi bagi nelayan untuk mencari nafkah. Memancing biasanya dilakukan pada siang hari (dari pagi hingga petang) atau dapat juga malam hari tergantung lokasi dan jenis ikan tangkapan.
Memancing ikan sepertinya mudah saja, kita hanya melemparkan umpan, kemudian ditunggu hingga umpan dimakan ikan, gulung lalu angkat. Tapi kenyataannya tidak seperti itu, memancing juga memerlukan sedikit keahlian khusus. Mulai dari teknik memilih lokasi memancing, misalnya tempat terdalam pada empang, pertengahan kolam yang terdapat pancuran air, tempat masuk atau keluarnya air atau yang banyak tanaman rambat yang menjuntai ke air, teknik melontar, cara melakukan strike, hingga cara memilih umpan yang cocok dengan jenis ikan dan lokasi memancing.
Dari sekian banyak hal yang mesti menjadi perhatian kita saat memancing, dalam kesempatan ini kita akan membahas yang terakhir yaitu umpan mancing.
Umpan merupakan satu bagian dari alat pancing. Disini umpan berfungsi untuk menarik perhatian ikan target sehingga ikan tersebut tertarik untuk memakannya.
Jenis-jenis umpan mancing
Umpan alami (bait) adalah umpan mancing asli dari makhluk hidup. Biasanya umpan ini adalah makanan ikan pada habitatnnya. yang sering kita tahu seperti cacing. Namun perlu sobat  ketahui, beda lokasi mancing beda pula umpan yang dipersiapkan. Hal ini berhubungan dengan kesukaan ikan akan umpan tersebut. Misal ikan yang senengnya makan umbi-umbian atau dedaunan, sangat sulit untuk lahap menyantap umpan dari yang hidup. Umpan mancing lain selain cacing yang sering digunain pemancing antara lain;
Lumut: merupakan salah satu umpan favorit para pemancing, terutama untuk mancing ikan Nila. Lumut menjadi umpan jitu untuk mancing ikan Nila karena jenis ikan ini cenderung herbivora disamping memakan plankton dan serat sisa organik yang terdekomposisi. Pada umumnya ada 2 jenis lumut yang biasa digunakan para pemancing untuk dijadikan umpan, yaitu :
- Lumut Kopyok, bentuknya seperti rambut, halus ataupun kasar licin, berwarna hijau tua dan banyak tumbuh di kolam dan sawah.
- Lumut Jaring, bentuknya pendek dan besifat kasar, mirip dengan jaring karena saling bertautan, biasanya berwarnahijau dan hijau kekuningan, terdapat di sawah dan kolam namun hanya tumbuh di daerah tertentu saja.
Namun pada saat ini seiring berkurangnya lahan basah dan persawahan, kedua jenis lumut itu susah ditemukan. Hanya di beberapa daerah tertentu saja yang mungkin dapat dijumpai lumut – lumut tersebut secara liar. Dengan kondisi seperti ini mendorong masyarakat untuk membudidayakan lumut untuk umpan mancing. Jadi jika kita ingin mancing ikan nila dan membutuhkan lumut untuk umpan, kita bisa membelinya di tempat penjual
Udang; umpan udang lebih sering digunakan pemancing yang memilih untuk mancing di laut atau muara. Ikan-ikan buruan disini udah pasti doyan sama udang. Karena selain makanan pada habitat alaminya, udang juga salah satu “lauk” yang empuk buat si ikan buruan, kalo sobat ingin memancing di dua spot tersebut, umpan mancing jenis ini bisa jadi pilihan.
Ikan; Umpan jenis ini bisa dipakai ikan mati dan ikan hidup. Tergantung dimana sobat mau berburu. Umpan ikan hidup biasanya digunakan pemancing di tengah laut dengan menggunakan sampan atau perahu. Mata kail diiikatkan pada ekor, kemudian ikan dilepas. Ikan-ikan monster buruan akan mengira ini ikan santapan Lezat yang pasti lebih menarik perhatian ikan yang mau dipancing sobat ;-) . Kalo menggunakan ikan mati, biasa aja. Tinggal dikaitkan pada tubuh atau ekor. Namun jika pakek umpan ikan mati, ikan tidak bisa selincah ketika menggunakan ikan hidup. jadi, pilihan ada ditangan sobat
Pelet & Esence; jenis ini sangat sering digunakan ketika memancing di empang atau kolam-kolam pemancingan. Pelet adalah semacam sentrat ikan, sedangkan esence adalah cairan aroma. Penggunaannya biasanya dipadukan antara pelet dan esence. Esence terdapat berbagai macam aroma. Ada durian, nangka, apel, murni,dan lain-lain.
Sebelum kita berangkat memancing agar hasil pancingannya tidak mengecewakan berikut beberapa tips yang bisa Anda lakukan:
  1. Tentukan dulu jenis ikan terget kita, apakah sudah sesuai dengan umpan pancing kita. Jangan pernah berpikir semua ikan suka dengan cacing, di beberapa lokasi pancing ikan gemar dengan udang, cumi kecil, atau umbi-umbian. Memancing di kolam dengan ikan yang baru datang dari tempat pembiakan, memerlukan strategi yang berbeda dengan memancing di sungai. Sebaiknya sebelum berangkat memancing, cari informasi dulu kepada teman yang sudah berpengalaman, dilokasi tempat kita akan memancing biasanya pake umpan apa.
  2. Buat umpan pancing langsung di lokasi tempat kita memancing. Agar rasanya tetap terjaga dan kelihatan segar ketika di umpankan pada ikan.
  3. Jika memancing di laut, jangan membuat umpan mancing yang melebihi takaran. Lebih baik Anda memperkirakan terlebih dahulu. Belum tentu umpan pancing yang banyak akan disukai ikan yang lewat.
  4. Selama memancing, hindari menjemur umpan pancing dalam keadaan terbuka. Karena dapat membuat umpan menjadi basi, tutuplah wadahnya dan hindari terkena sinar matahari langsung.
  5. Kenali jenis air termasuk warna atau bau air, apakah air deras atau empang biasa, akan berpengaruh terhadap umpan yang dipakai.
  6. Sebelum berangkat, berdoa dulu pada Yang Kuasa, atau minta doa restu dari orang tua, istri agar mendapatkan ikan yang banyak.(http://www.zonamancing.com)

Sumber

 More Fishing News: www.gofishtalk.com

Wednesday, 9 April 2014

Cara Jitu Memancing Ikan Wader di Rawa dan Sungai

Ikan yang satu ini kebanyakan memiliki ukuran yang kecil, namun jika dimasak memiliki rasa yang sangat gurih bahkan beberapa orang menganggapnya sebagai salah satu ikan air tawar yang paling enak untuk disantap walaupun banyak durinya, sehingga juga bisa diibaratkan mawar berduri, wah nggak nyambung he he. Apakah gerangan ikan ini jika anda bertanya-tanya, jawabannya adalah ikan wader.

Ikan ini lebih sering banyak dijumpai di sungai-sungai yang tidak terlalu dalam atau dipinggir rawa yang cukup jernih, dan pada umumnya memiliki ukuran antara sebesar jempol tangan hingga 4 jari. Wader merupakan ikan dari suku Cyprinidae dan pada umumnya yang sering kami jumpai terdiri dari beberapa species yang dikenal sebagai wader biasa, wader pari (lunjar padi atau orang jawa mengenalnya sebagai goyor), dan wader bintik dua.

Namun kabarnya terdapat hingga ratusan jenis ikan wader yang ada didunia dengan tiap negara memiliki sebutan nama yang berbeda-beda, bahkan di Indonesia sendiri tiap daerah memiliki sebutan nama yang yang juga berbeda-beda, seperti ikan cere sebutan dari orang Betawi, paray sebutan wader dari orang Sunda, pantao dan seluang oleh orang Sumatera, seluang bagi orang Kalimantan, wader ijo bagi orang Jawa dan lain-lain.

Ikan ini biasanya hidup secara liar karena kami jarang mendengar ada orang yang mau membudidayakannya, namun salah satu hal yang sangat menarik adalah ikan wader menjadi salah satu favorit bagi para pemancing. Alasannya walaupun sebagian besar berukuran kecil, namun sangat mudah untuk dipancing karena mereka sering hidup secara bergerombol dan sangat rakus untuk makan, seakan-akan tidak merasa kenyang.

Pada artikel kali ini saya akan memberikan beberapa tip-tip jitu, bagi anda yang ingin mencoba memancing ikan wader yang bisa hidup disungai maupaun dipinggir rawa. Jika anda tertarik untuk mencobanya silahkan baca langkah-langkah berikut ini.

 Cara memancing ikan wader disungai :
1. Siapkan pancing atau walesan tanpa apungan. Kenapa tanpa apungan karena jika anda menggunakan apungan disungai maka apungan akan mudah hanyut, sehinga percuma ketika ikan memakan umpan tidak akan terlihat. Gunakan per(pegas) pancing yang bisa anda beli ditoko atau anda juga bisa menggunakan fiber pancing biasa namun ujungnya sepanjang satu jengkal dipipihkan hingga tipis dan mudah melengkung. Tambahan catatan gunakan mata pancing yang berukuran kecil.

2. Saya sarankan menggunakan tiga jenis umpan yaitu roti basah yang dikasih sedikit air, kemudian ditumbuk dengan daun ketela muda hingga halus dan lengket. Umpan lainnya adalah gandum dikasih air sedikit dan garam atau penyedap rasa, setelah menjadi adonan digoreng seperti bakwan, namun jangan sampai terlalu berminyak dan jangan terlalu matang. Umpan terakhir adalah tahu.

3. Siapkan seikat daun ketela, yang difungsikan untuk menarik ikan agar mau bergerombol ditempat anda memancing.

4. Jika sudah berada dilokasi untuk memancing, cari tempat yang airnya jernih dan agak dalam, kemudian masukan seikat daun ketela tersebut kedalam air. Anda bisa melalukannya dengan cara mengikat daun ketela tersebut dengan tali dan diikatkan pada sebuah batu yang cukup besar, hal ini bertujuan agar daun ketela tidak terseret arus air. Melalui daun ketela yang direndam tersebut, kemungkinan besar ikan wader akan bergerombol untuk memakannya.

5. Masukan mata pancing anda kedalam air, dan jangan sampai posisi per pancing naik ke atas, karena jika demikian anda terlalu dalam memasukannya hingga ke dasar sungai. Idealnya posisi per akan lurus horizontal.

6. Ikan wader tergolong sangat agresif, sehingga tunggu hingga per pancing melengkung kebawah selama sekitar 2 detik setelah itu tarik dan anda dapat ikan. Walaupun ikan wader berukuran kecil, namun pada umumnya pemancing ikan ini mendapat hasil tangkapan lebih banyak dari pada memancing ikan tawar lainnya.

Cara memancing ikan wader dirawa :

Pada umumnya hampir sama dengan cara diatas, namun perbedaanya anda lebih baik menggunakan apungan jika memancing di rawa atau ditempat yang airnya tenang.

1. Pilih tempat dipinggir rawa yang cukup dalam didekat tumbuhan-tumbuhan air, karena ikan ini lebih suka ditempat seperti ini dan tidak harus ketengah rawa.

2. Menurut pengalaman untuk mendapatkan hasil tangkapan ikan wader yang lebih besar (Biasanya ikan wader dirawa ukurannya lebih besar dari pada yang bisa hidup disungai), gunakan umpan lumut sawah yang di campur dengan sedikit garam dan pati kanji. Caranya gunakan ember kecil kemudian campur lumut sawah dengan sedikit air, sedikit garam dan pati kanji. Jika sudah masukan mata pancing kedalam ember tersebut dan diputar-putar hingga lumut menempel pada mata pancing dan menggumpal.

3. Untuk umpan anda juga tetap bisa menggunakan umpan seperti ketika mancing di sungai, karena umpan utama dari wader adalah roti, bakwan dan tahu.

4. Ketika anda memancing tunggu hingga apungan turun kebawah, karena ikan wader sangat rakus dan agresif, sehingga ketika makan saling berebut dan dibawa lari. Apabila apungan bergerak sedikit-sedikit saja dan berulang-ulang lebih baik biarkan saja tunggu hingga turun.

Demikian tip-tip dari saya apabila anda ingin menambahkan silahkan berkomentar dibawah. Semoga bermanfaat
Sumber 

 More Fishing News: www.gofishtalk.com

Tuesday, 8 April 2014

Tackle-Free Fishing

No rod and reel? Give these alternative methods a try.






Photo by Outdoor Life Online Editor

Such tackle-free fishing utilizes limbs, jugs, cans, nylon line, stout hooks and other simple components. Techniques for using them are inexpensive and highly efficient at catching catfish and other popular species. A spool of staging line or monofilament, and some sinkers and hooks, don't take up much space in your camping gear when you go on a weekend camping trip or squirrel-hunting foray. Thus prepared, and provided there's fishing water nearby, you might be able to
enjoy fresh fish for supper.



Following are descriptions of six
alternative fishing methods that anglers might try when rods and reels are nowhere to be found. Fishermen should review local regulations to make sure a particular method is
legal, as fishing laws vary widely from state to state.

Limblining
Limblining is the simplest of all alternative fishing methods. Tie a length of strong staging line to a limb hanging over water that's got some depth to it; say, at least five or six feet deep. Adjust the line's length to extend two to three feet into the water. Tie a strong hook (1/0 to 3/0) on the opposite end of the line, and add enough weight six or eight inches above the hook so the line will hang vertically beneath the limb. Bait the hooks in late afternoon with night crawlers, live minnows, fish chunks or some other choice catfish morsel, then check the line the next morning. Chances are you'll find a feisty channel or blue cat struggling to get away.


Limblining is a numbers game. Most limbliners set at least two dozen lines at a time, spreading them along a riverbank or lakeshore. Rig lines in different areas: adjacent to deep pools,
below riffles, along rocky banks or near logjams. Once you learn where the fish are feeding best you can concentrate your lines there the next night.



Tie lines to limbs that are alive and springy. That way, when a big catfish takes the bait, the limb will bend but probably not break when the fish tries to make a run for it.



One other note: be sure to remove your limblines when you're through fishing. The law requires it.

Yo-Yo Fishing
"Yo-yoing" is a high-tech method of limblining. A yo-yo is an automatic reel consisting of a stainless-steel spring
encased in a sheet-metal disk (about the diameter of a doughnut). This device has a line attached to its topside for tying to a springy green limb, which suspends the yo-yo reel above the water's surface.



Inside the yo-yo mechanism are several feet of strong nylon line wrapped around the spring. The end of this line dangles from the bottom of the yo-yo. A snap swivel is tied to the end. A 1/0 to 3/0 hook (attached to the line via the snap swivel) and one or two split-shot weights complete the rig.



After the yo-yo is tied to a limb, the hook is baited and enough line is pulled off the reel to lower the bait two or three feet beneath the surface. As the line is pulled off the reel, the spring coils tighter. Once the desired length is extended, a small wire trigger on the side of the reel is set to keep the line in place. When a fish takes the bait it trips the trigger and the reel uncoils quickly to set the hook.



The best strategy for yo-yos is to scatter two dozen or more along a tree- or brush-lined river or lakeshore. Set the devices at dusk, then run them periodically through the night or at first light in the morning.



As is the case with limblines, yo-yos can be rigged with monofilament leaders and smaller hooks to catch bluegills and crappies-but be sure that it is a legal fishing method for those species in the state in which you fish. Bait with wigglers, catalpa worms or crickets fobluegills, and small live minnows for crappies.
Contact: Mechanical Fisher Yo-Yo Company (870-422-7715; www. rocking.altd.com/mfish.html).

Throw Lines
Don't have funds for a new fishing reel? No worry. Try casting with an aluminum soda can or plastic bleach bottle. Using containers of some sort to cast lines has a long history in Asia and Latin America. This fishing method, which is sort of a landlocked trotline, works amazingly well with a little practice.


The container serves the same function as a spinning reel spool. Tie stout monofilament or braided line around the container and cinch it up, then wrap several feet-enough to make a long cast-around the can or bottle
toward one end. Add hook, sinker and bait on the other end.



To cast, hold the container at one end so the opposite end is unencumbered. Catch the dangling end of the line in your free hand and sling the line as you extend the container out toward the water. Done properly, the line will coil off freely to gain distance.



This is not a method for continuous casting and retrieving. If you don't want to hold the line while waiting for a bite, cut a willow branch or small sapling, poke it into the bank and take a few turns around the top end with the fishing line. The bobbing tip will tell you when you're getting a bite.



When a fish takes the bait or you want to make another cast, pull the line by hand, wrapping it back onto the can as it comes in.

Trotlining
Trotlining is an extremely efficient means of "alternative fishing" that is a favorite of commercial fishermen.


Trotlines are long lengths of strong nylon staging line with "droppers" and hooks spaced evenly along a "mother line." The line is secured on one end by tying or weighting. The hooks are baited, and the line is stretched taut and secured on the other end. Jug buoys might be used to mark both ends of offshore trotlines. The typical sport-fishing trotline has 25 hooks. Lines are usually set in the afternoon and run the next morning.



Trotline kits are sold in tackle stores and by mail-order houses. Instructions in the kits show how to rig and deploy the lines. One common method is to tie one end of the line to a stationary object on the shoreline (a tree or rock, for example), stretch the line into the river or lake, then anchor the other end with a heavy weight. Also, small "dropper weights" should be added every five or six hooks to hold the baits on or close to bottom. These weights (around a pound each) should be
attached to the mother line with dropper lines about a foot long.



Typical trotline baits are whole baitfish such as shad, cut fish parts, chicken guts, catalpa worms and commercially prepared baits.

Set Poles
This is a specialty rig for catching big flathead catfish from smaller rivers.


Use a hatchet to chop out sturdy hardwood saplings 7 to 10 feet long. Each pole should have a fork on the fishing end. Use the hammer side of the hatchet to drive the poles into the bank of the river at the heads of deep pools, preferably where the bottom is sloping from shallow to deep. When set properly, the forked end of the pole will
angle out over the water three to five feet, and the butt will be lodged
securely in the muddy bank.



Next, tie a long length of heavily tarred nylon line to the closest limb or tree behind the pole. Unroll the line to the end of the pole, and wrap it several times just below the fork. Then run enough line out so a hook and bait will hang within a foot of the river bottom. Add a 4/0 to 6/0 hook, and loop a bell sinker onto the line a foot above the hook. Use enough weight to hold the line vertically in the current.



Bait the hook with a big goldfish or small bluegill (where legal). Hook the bait through the back just behind the dorsal fin so it can swim naturally. Rig several set poles in this manner during the day, then bait and run them at night. This fishing method will take the biggest flathead cats in the river.

Jug-Fishing
Plastic two-liter soft-drink bottles (with caps on, of course), staging, hooks, sinkers and bait are the ingredients necessary for jug-fishing. Lines are cut to lengths of 4 to 10 feet, depending on water depth. (Six-foot lengths are a good average.) Each piece of line is tied snugly around a bottle's neck. A 2/0 bait-keeper hook is tied to the opposite end of the line, and enough split shot is added a few inches above the hook so the line hangs vertically beneath the jug. Then the line is wrapped around the jug and held snugly with a wide rubber band for storage purposes.


Jug-fishermen use a boat and motor to set out 20 or more jugs at a time. Jugs are unwrapped, baited and dropped in the water on the upwind or up-current side of a flat, channel or pool. The wind or current drifts the jugs through fish feeding areas. The angler floats alongside the jugs, watching for one to tip up and move off as a hooked catfish tries to escape.



The best results usually occur during low-light periods near dawn and dusk. Jugs can be run at night and it's helpful to paint each with orange or phosphorescent paint so they can be spotted easily with a flashlight.
poles in this manner during the day, then bait and run them at night. This fishing method will take the biggest flathead cats in the river.

Jug-Fishing
Plastic two-liter soft-drink bottles (with caps on, of course), staging, hooks, sinkers and bait are the ingredients necessary for jug-fishing. Lines are cut to lengths of 4 to 10 feet, depending on water depth. (Six-foot lengths are a good average.) Each piece of line is tied snugly around a bottle's neck. A 2/0 bait-keeper hook is tied to the opposite end of the line, and enough split shot is added a few inches above the hook so the line hangs vertically beneath the jug. Then the line is wrapped around the jug and held snugly with a wide rubber band for storage purposes.


Jug-fishermen use a boat and motor to set out 20 or more jugs at a time. Jugs are unwrapped, baited and dropped in the water on the upwind or up-current side of a flat, channel or pool. The wind or current drifts the jugs through fish feeding areas. The angler floats alongside the jugs, watching for one to tip up and move off as a hooked catfish tries to escape.



The best results usually occur during low-light periods near dawn and dusk. Jugs can be run at night and it's helpful to paint each with orange or phosphorescent paint so they can be spotted easily with a flashlight.



Source 

 More Fishing News: www.gofishtalk.com