Wednesday, 26 February 2014

Lowrance® Elite-5x HDI Fishfinder










                        
$399.99


Description

  • Elite-5x high-resolution 5" color display
  • Hybrid Dual Imaging™ (HDI)
  • Broadband Sounder™
  • DownScan Imaging™
  • Advanced Signal Processing™
  • Trackback™ feature
  • DownScan Imaging overlay
  • Page selector
  • Multi-window displays
  • Manufacturer's 1-year limited warranty
The Lowrance Elite-5x HDI Fishfinder features Hybrid Dual Imaging and a high-resolution 5" color display. The Elite-5x combines a Broadband Sounder, which is built into the HDI Skimmer® transducer design for marking fish arches and tracking lure action, and DownScan Imaging, which delivers easy-to-understand, picture-like views of structure and bottom detail. Lowrance's Automatic Signal Processing allows you to see more clearly while reducing the need to manually adjust settings. Easily scroll back through the sonar history to review and zoom-in for a closer look with the 5x's Trackback feature. Exclusive technology overlays DownScan Imaging onto the Broadband Sounder display for a stunning view that separates and clearly exposes fish targets from surrounding structure. An easier-to-use menu system allows quick access to all features using one-thumb operation. Choose from as many as 8 preset page layouts—including a 3-panel view—while still viewing live sonar. Optional speed not included. One year warranty supported by Lowrance Advantage Service.

Manufacturer model #: 000-11143-001.
 
 
More Info
Bass Pro Shops Online

Pancing d' kelong

 

Ingin memancing sambil bersantai? Inilah tempat yang sesuai untuk anda. Terletak di penghujung Benua Asia , diantara tiga negara iaitu Malaysia, Singapura dan Indonesia, ianya menjanjikan pemandangan yang indah di mana letaknya berhampiran dengan laluan kapal dagang yang paling sibuk dari seluruh dunia. Terdapat banyak kapal dagang berlabuh sementara menantikan masa untuk menuju ke destinasi masing-masing termasuklah ke Pelabuhan Tanjung Pelepas dan Pelabuhan Singapura.

Pusat Memancing "Ala Kelong" Maswira ini terletak di Mukim Serkat, Pontian, Johor. Anda perlu menaiki bot kira-kira selama 15 minit dari jeti nelayan Pengkalan Penghulu Serkat sebelum tiba ke kelong ini. Tandas yang selesa serta 4 buah bilik rehat menjadikan kelong ini sesuai untuk seisi keluarga.

Pada waktu malam, lampu berbekalkan kuasa generator disediakan. Anda juga boleh cuba mendapatkan umpan segar seperti sotong dan anak ikan menggunakan tangkul yang sesuai digunakan pada waktu malam. Kalau kena pada musimnya, puaslah anda makan sotong dan udang geragau.

Bagi yang ingin memasak, terdapat dua buah bilik memasak disediakan lengkap dengan segala peralatan dapur. Anda hanya perlu membawa bahan mentah seperti beras,tepung gandum, telur, bawang, ikan bilis, gula dan teh.Kalau nak senang, bawalah mi maggi.

Anda disarankan membawa umpan pumpun, udang hidup atau anak belanak hidup serta mana-mana yang anda fikirkan perlu. Yoyo juga boleh digunakan kerana jika kena pada airnya, banyak tamban dan anak selar di sini. Batu ladung dan mata kail juga kena bawa lebih sebab banyak kawasan karang yang dah "menjadi" di sini.

Sekiranya berminat, anda perlu membuat tempahan terlebih dahulu melalui EN AFIS di talian 013-7909789 kerana dikhuatiri sekiranya anda terus datang mengejut dan Kelong Maswira telah penuh, kami tidak dapat menghantar anda ke sana. Perjalanan ke Kelong Maswira juga berpandukan air pasang surut dimana anda perlu mandapat kepastian daripada En Afis bila waktu bot boleh bertolak ke kelong. Jika anda terlewat dan air sudah surut, anda terpaksa menunggu lama untuk air pasang semula.

- Bayaran tunai sebanyak RM 50 seorang dikenakan selama satu hari satu malam.
- Sekiranya pelanggan yang kumpulannya hanya 2 orang sahaja, bayaran RM 60 setiap seorang dikenakan.
- Sekiranya anda inginkan "privacy" dan tak ingin diganggu oleh kumpulan lain, anda oleh "booking" satu kelong dengan bayaran RM 1000.
 
Untuk anda datang ke sini, sekiranya anda dari Utara , keluar dari plaza tol Simpang Renggam dan menuju ke Pontian. Setibanya di Pontian, anda boleh berpandukan kepada papan tanda menuju ke Tanjung Piai atau Taman Negara Tanjung Piai. Sebelum anda tiba di Tanjung Piai, anda akan dapat melihat papan tanda Kelong Maswira kerana kedudukan Kelong Maswira hanya kira-kira 1.5 kilometer sebelum anda tiba di Tanjung Piai.

Memancing Suatu, Hal yang Unik

  

12946172731932337069
foto upload dari picasaweb.google.com . Tehnik Ipoh Photo

Salah satu hobby banyak dilakoni orang adalah memancing, demikian juga aku. Memancing ikan disawah atau kolam-kolam rawa, ketika kecil . Aku belajar memancing secara amatiran dari teman-teman yang lebih tua atau bapak-bapak yang gemar memancing. Memancing mengasikkan karena selain mengisi waktu senggang juga salah satu penambah gizi keluarga yang dapat membantu meringankan belanja ibu. Sekarang memancing sudah sangat jauh berbeda dengan masa-masa itu.
Ada dua jenis cara memancing yang aku lakukan , yaitu memakai joran pendek dengan menggunakan pelampung dan yang menggunakan joran panjang empat sampai lima meter tanpa menggunakan pelampung. Memancing menggunakan joran pendek umpannya cacing dan jenis ikan yang dipancing; ikan betook, putat(sejenis ikan belida), lele, ikan lais, ikan baung dan kadang-kadang dapat terpancing ikan gabus. Tidak jarang juga terpancing belut sawah yang besar . Belut tidak diambil tetapi dibuang saja karena repot membawanya. Memancing menggunakan joran panjang khusus untuk memancing ikan gabus dengan menggunakan umpan kodok. Memancing ikan gabus musim-musiman, kalau lagi musim ikan maka yang tertangkap banyak sekali. Namun jika tidak lagi musimnya, mendapat hanya satu atau dua ekor sudah beruntung.
Memancing ikan gabus lebih ku sukai dibanding memancing ikan lainnya. Jika memnacing ikan gabus dapat satu ekor yang besar sudah cukup untuk lauk pauk makan sekeluarga. Disamping itu memancing ikan gabus tidak berdiam disatu tempat sehingga tidak membosankan. Sepanjang sawah atau kolam rawa ditelusuri dengan melemparkan umpan kodok untuk menimbulkan kemarahan ikan gabus yang merasa terusik. Memancing ikan gabus juga paling menantang dan mengasikkan apalagi kalau terdapat sarang ikan yang ada telurnya. Sarang ikan gabus dapat diketahui dengan adanya tanda-tanda yang terlihat dipojok pematang sawah atau dipinggir pematang sawah. Tanda-tanda itu dapat dengan mudah dikenali yaitu apabila terdapat rebahan rumpun padi atau rerumputan yang membentuk elip atau lingkaran maka itu dapat dipastikan ada sarang ikan gabus yang akan meletakkan telurnya. Sangat beruntung sekali apabila disarang itu sudah ada telurnya, maka sudah dapat dipastikan cepat atau lambat ikan tersebut akan dapat dikail, jarang sekali tidak tertangkap. Dalam kondisi itu ikan sangat ganas dan akan menyerang hewan air seperti kodok yang mengganggu sarangnya. Selain sarang ikan gabus yang juga memudahkan untuk mendapat ikan dengan cara mencari rombongan anak ikan gabus. Sebagai tanda adanya anakan ikan gabus jika terlihat sambaran ikan diair berulang-ulang disekitar tempat yang sama. Bilamana diamati maka ditempat itu dapat dipastikan ada rombongan anakan ikan gabus. Cara lain dengan mengamati permukaan air . Bilamana dipermukaan air terdapat gelembung-gelembung air halus atau kecil-kecil timbul tenggelam beraturan maka itu tandanya terdapat rombongan anak ikan gabus. Memancing dengan sasaran rombongan anak ikan gabus sangat menguntungkan, karena bertambah kecil anak ikan gabus tersebut bertambah buas induknya. Di samping itu biasanya terdapat sepasang induk ikan gabus. Jika beruntung dari lokasi tersebut bisa didapat dua ekor ikan, dan biasanya tidak pernah gagal. Paling tidak seekor induknya akan tertangkap kail.
Mempersiapkan alat pancing yang agak sulit mendapatkan joran panjang untuk mengail ikan gabus. Mendapatkan joran yang panjang lurus , ringan dan tidak terlalu besar tidak mudah. Bilamana bambu sudah tua pasti ada bengkoknya. Apabila bengkoknya tidak seberapa dan beraturan masih dapat disiasati dengan memanggang bambu tersebut agar lemas sambil dilurus-luruskan. Agar bambunya tetap lurus maka joran itu digantung dengan memberi pemberat dibawahnya. Paling sedikit satu minggu joran digantung sampai kering menguning. Jika belum cukup kering digantungnya sudah dilepas, maka akan gagal proses pelurusan joran karena bambu kembali bengkok seperti semula. Oleh sebab itu kalau berhasil mendapatkan joran yang panjang dan lurus merupakan kebanggaan tersendiri. Sekarang joran dengan berbagai ukuran dan berbagai kwaliatas mudah didapat asal cukup uang untuk membelinya.
Memancing di kolam, lebak, rawa, dan di sawah sangat berbeda dengan memancing dialiran sungai apalagi di laut demikian juga di kolam-kolam pemancingan yang dikelola secara komersial. Masing-masing ada caranya sendiri-sendiri. Mulai pemilihan umpan dan penggunaan pemberat kail sampai jenis pancing serta jorannya. Kalau belum mengetahui tehniknya jangan coba-coba asal pergi memancing hasilnya dapat dipastikan tidak memuaskan bahkan bisa pulang dengan tangan kosong.
Sekarang setelah mencoba memancing diberbagai daerah dan berbagai tempat ternyata memancing suatu kegiatan yang unik. Unik dalam arti kata lain lokasi lain pula cara mancingnya dan lain pula umpannya. Kalau tidak paham bagaimana karakter ikan disuatu tempat bisa berjam-jam kail tidak disentuh ikan , pulang tidak dapat apa-apa. Apalagi di tempat-tempat perlombaan memancing. Bilamana tidak pernah memancing ditempat itu , lalu nekat terjun bebas ikut lomba dengan harga tiket cukup mahal pula. Kemungkinan akan menang sangat kecil, bahkan dapat ikan saja sudah untung, kekecewaan yang didapat. Karena jenis umpan dan tempat ikan ngumpul fariabelnya banyak sekali tidak bisa main tebak. Kedi pembantu mancing yang terampil sangat menentukan. Kedi yang sangat paham jenis umpan apa yang harus digunakan pada situasi air dan waktu yang tepat. Jika tidak , siap-siap hanya jadi penonton teman mancing disamping kita.
Memancing dilaut lebih unik lagi. Kalau kita terjun bebas tanpa pemandu, tanpa mengetahui jenis umpan , tanpa tau karakter arus laut , tanpa tau cara pasang kail,memilih joran yang digunakan dan cara pemasangan pemberat yang sesuai kekuatan arus , tanpa tau lokasi-lokasi pemancingannya, bisa jadi tidak akan dapat ikan sesuai harapan. Berputar-putar pindah-pindah lokasi, habis waktu habis perbekalan. Sangat bijaksana kita bertanya dan membawa teman serta mengikuti cara memancing penduduk setempat. Jika tidak,dapat satu ekor saja sudah sangat beruntung, bahkan lebih banyak akan pulang dengan tangan kosong.
Memancing melatih kesabaran, melatih bersabar menunggu mata kail ditangkap ikan, seperti menunggu isteri sedang belanja. Dengan memancing membuat pikiran terfokus, disamping sambil berolah raga bergerak kesana-kemari. Apalagi ketika mendapat perlawanan ikan besar yang menyangkut dikail. Saat itulah seni dan nikmatnya memancing. Apalagi setelah itu makan ikan bakar hasil tangkapan yang masih segar, sehingga akan menghilangkan rasa jenuh dan steress. Mak…yuss. Namun sayang kegiatan memancing sekarang tidak murah. Perlengkapan memancing harganya ratusan ribu bahkan jutaan rupiah, sewa lokasi pemancingan juga mahal. Memancing ikan liar sudah sulit menemukan lokasinya apakah di sungai, rawa atau di laut. Semua memerlukan biaya transportasi maupun penyediaan umpan yang harus dibeli. Berbahagialah yang didaerahnya masih terdapat rawa, sungai , danau yang belum tercemar sehingga masih banyak ikan yang dapat dipancing. Namun demikian jika sudah hobby hitungannya tidak lagi untung rugi, hal ini kadang-kadang bisa menjadi perseteruan dengan pendamping.
Januari 2011, aria8
Referensi: Memancing di perairan tawar da di laut,
Wudianto dkk, Penyebar Swadaya 1993



Sumber

Tips dan Trik Belajar Mancing ikan Mas

 
A. Mengenal alat Memancing
B. Umpan
C. Mengukur Kedalaman Air
D. Cara Melempar
E. Indikasi Pancingan Dimakan Ikan
F. Cara Menhentak Pancingan
G. Cara Menarik Ikan.
A. Mengenal alat Memancing
Sebelum pergi memancing ada baiknya kita mengenal dulu alat-alat yang perlu disediakan untuk kita memancing, dalam satu rangkaian pancingan yang siap digunakan untuk memancing terdiri dari, Joran, Reel beserta benangnya, Pelampung, Stopper Pelampung, Mata kail. Sedangkan aksesoris tambahan berupa standard, serokan, wadah umpan, dan sebagainya.
* Joran : Alat ini adalah alat yang paling penting dalam memancing, fungsinya sebagai pelontar pancingan ke kolam. Jenis joran yang biasa digunakan terdiri dari 2 macam yaitu joran antenna dan joran sambung. Pemilihan kelenturan dan kakuknya joran itu disesuakan dengan keinginan masing-masing pemancing, ada baiknya sewaktu kita membeli joran kita coba-coba dulu mana yang enak menurut kita.
* Reel : Alat ini merupakan inovasi dari alat penggulung manual dan bagiannya terdiri dari:
*
o Pemutar : bagian ini merupakan gagang pemutar untuk menggulung benang terdapat dibagian samping, tempatnya bisa disesuaikan disamping kanan atau samping kiri.
o Kunci : Fungsi dari bagian ini untuk mengunci agar benang terkunci atau sebaliknya, biasanya ini terdapat di bagian belakang atau di beberapa merk reel terdapat dibagian bawah.
o Kawat pembuka : ini berfunsi untuk mengatur gulungan benang dan mengeluarkan benang dari gulungan pada saat melontar pancingan.
* Benang/Senar : Untuk memilih benang/senar yang bagus usahakan yang lentur dan kuat juga tidak terlalu banyak mengandung lilin agar benang tidak mengambang diatas air.
* Pelampung : Pelampung ini berpungsi untuk mendeteksi bahwa pancingan di makan ikan, banyak sekali bentuk dan warna pelampung ini bisa kita pilih sesuai dengan keinginan pemancing, biasanya warna pelapung ini berwarna cerah agar lebih mudah kita mendeteksi bahwa pelampung dimakan ikan.
* Stopper Pelampung : Stopper pelapung berbentuk karet yang dipasang pada benang, biasanya dalam satu rangkaian pancingan dipasang 2 stopper mengapit pelampung. Fungsi dari stopper atas yaitu untuk mengukur kedalaman air sedangkan stopper bawah untuk mengganjal pelampung agar tidak terlalu turun. Semakin tinggi stopper atas ini menandakan kedalaman air semakin dalam dan begitupun sebaliknya.
* Mata Kail : Meskipun kecil tentunya bagian ini adalah bagian yang paling penting dari semua alat yang ada dalam satu rangkaian pancingan, karena dengan mata kail inilah kita bisa menangkap ikan. Dalam satu rangkaian pancingan biasanya terdiri dari 2 mata kail, 3 mata kail bahkan lebih.
B. Umpan
Sepertinya kita belum bisa disebut memancing kalau kita memancing tanpa umpan, dan umpan itu sendiri berupa makanan yang biasa dimakan ikan yang ditempatkan pada mata kail. Banyak sekali ramuan umpan yang bisa kita gunakan untuk memancing baik itu umpan jadi yang sudah diolah dan dapat kita beli ditoko pancing atau toko kue ataupun kita meramu sendiri.
C. Mengukur Kedalaman air
Sebelum kita turunkan pancing ada baiknya kita ukur kedalam air dengan menggunakan pancingan kita untuk menyesuaikan ketinggian stopper pelampung
· Lepaskan pancingan kita kedalam air dengan membuka kawat pembuka di bagian reel.
· Jika pelampung tenggelam berarti stopper atas kita terlalu pendek geser stopper atas kita lebih keatas, kemudian coba lagi sampai pelampungnya mengambang dan berdiri lurus.
D. Cara Melontar/Melempar Pancingan
Untuk melempar pancingan yang telah siap kebagian tengah kolam ataupun suatu tempat yang kita tuju berikut langkah-langkahnya.
· Pastikan Umpan sudah terpasang baik di mata kail.
· Pastikan pula dibelakang kita tidak ada orang, karena ini berbahaya sekali.
· Tentukan satu titik tujuan kemana kita akan melemparkan umpan kita.
· Pegang joran bagian bawah (pegangan), tempatkan telunjuk kanan kita di bagian pangkal ( bagian T) antar joran dan reel.
· Perkirakan jarak antara ujung joran atas dengan pelampung antara 1 sampai 1,5 meter, tergantung dengan panjang atau pendeknya joran.
· Selipkan Benang diantar telunjuk dan joran.
· Buka kawat penutup pada reel
* · Ayun pancingan kita kearah belakang kemudian sesaat langsung hentakan kedepan.
* · Pada saat menghentak ke depan telunjuk kanan kita dibuka agar benang terlontar kedepan.
* · Tutup kembali kawan penutup reel dan usahakan agar benang tenggelam kedalam air.
C. Indikasi Pancingan dimakan Ikan
Pada bagian ini pemancing diuji kesabarannya, pemancing dituntuk untuk melihat pelampung apakah pancingan kita dimakan atau tidak. Terkadang faktor angin dan hujan menentukan juga. Pada saat cuaca cerah pemancing dengan mudah melihat getaran yang ada dipelampung. Namun pada saat ada angin atau hujan pemancing perlu lebih teliti.
Untuk membedakannya biasanya kalau getaran yang disebabkan oleh angin, gelombang air ataupun hujan getaran yang terjadi dipelampung teratur, namun kalau getaran yang disebabkan oleh ikan biasanya getarannya datang secara mendadak atau spontan, kadang-kadang ikan akan membawa kail kedalam air sehingga pelampung tidak terlihat dipermukaan air.
D. Menghentak Pancingan
Pada saat kita melihat indikasi bahwa pancingan kita dimakan ikan, sesegera mungkin pancingan/joran kita hentakan kebelakang dan usahakan dengan memakai sedikit tenaga agar mata kail menempel pada mulut ikan. Cara melecutkan joran tersebut seperti halnya kita melempar kedepan namun ke arah yang berlawanan.
E. Menarik Ikan
Seni dalam memancing mungkin ada pada tahap ini, apalagi pada saat pemancing menarik ikan yang ukurannya lebih dari 1kg disini dibutuhkan keterampilan dalam menaklukan ikan tersebut. Adapun proses ini terjadi pada saat setelah ikan menghentak pancingan dan kita rasa ikan mengena pada kail kita, kita mulai menarik ikan tersebut, putar terus reel kita, ayunkan joran ke arah berlawanan ikan bergerak agar pancingan kita tidak kusut dengan pancingan yang lain, usahakan agar tali pancing tidak kendor yang memungkinkan ikan terlepas dari pancingan. Setelah ikan sampai dipinggi dengan jarak antar ikan dan ujung joran kira-kira 1 meter angkat ikan tersebut keatas, sedangkan untuk ikan yang lebih dari 1kg kita bisa menggunakan bantuan serokan
*** SEMOGA BERMANFAAT ***
 
 

Tuesday, 25 February 2014

CATCH AND RELEASE



Many of you have asked for information on catch and release fishing, and particularly how to release fish caught from deep water which have blown up due to gas expansion. This release from the Alabama Department of fish and game in the United States provides some good tips and helpful illustrations. I use an epidural needle, which I begged from a doctor friend, for degassing fish. He did give me a strange look when I asked him for it though...

WHY CATCH AND RELEASE?
A fish is too valuable a resource to be caught only once and a personal commitment to conservation adds fun to fishing. Size, season, and bag regulations often make release mandatory.
Stressed fish populations need help to recover. The future of sportfishing is in our hands.
MAKING THE CATCH
Use hooks that are barbless and made from metals that rust quickly.
Set the hook immediately. Try to prevent a fish from swallowing the bait.
Decide whether to release a fish as soon as it is hooked.
Land your quarry as quickly as possible, don't play it to exhaustion.
Work a fish out of deep water gradually, so that it can adjust to the pressure change.
Always keep release tools handy.
HANDLING YOUR CATCH
Leave the fish in the water (if possible ) and don't handle it. Use a tool to remove the hook or cut leader (use extreme care with large, dangerous fish). Keep the fish from thrashing.
Net your catch only if you cannot control it any other way.
When you must handle a fish:
Use a wet glove or rag to hold the fish.
Turn a fish on its back or cover its eyes with a wet towel to calm it.
Don't put your fingers in the eyes or gills of your catch. Larger fish can be kept in the water by holding the leader with a glove or by slipping a release gaff through the lower jaw.
Avoid removing mucous or scales. Get the fish back in the water as quickly as possible.
Protect yourself from injury by handling each species carefully and correctly.
REMOVING THE HOOK
Cut the leader close to the mouth if a fish has been hooked deeply or if the hook can't be removed quickly.
Try to back the hook out the opposite way it went in.
Use needle-nose pliers, hemostats, or a hookout to work the hook and protect your hands.
For a larger fish in the water, slip a gaff around the leader and slide it down to the hook. Lift the gaff upward as the angler pulls downward on the leader.
Do not jerk or pop a leader to break it. This damages vital organs and kills the fish.
BEFORE RELEASE
Use a large hypodermic needle (or similar tool ) to vent the expanded swim bladder on a fish taken from deep water (see graphics below ).
Place the fish in the water gently, supporting its mid-section and tail until it swims away.
Resuscitate an exhausted fish by moving it back and forth or tow it alongside the boat to force water through its gills.
Watch the fish to make sure it swims away. If it doesn't, recover the fish and try again.
REMEMBER, A RELEASED FISH HAS AN EXCELLENT CHANCE OF SURVIVAL WHEN HANDLED CAREFULLY AND CORRECTLY.
Venting trapped gases from a fish caught from deep water
Use the largest hypodermic needle you can find (#10 or larger) and remove the plunger. Insert hypodermic needle at a 45° angle, under a scale, near the tip of the pectoral fin and squeeze the fish gently. You will hear the trapped gases escaping. Make a needle clearing tool from a piece of stainless leader wire to clear any tissue, etc. from the needle and leave this tool in the needle between uses. Sterilize the needle with iodine or alcohol after use and store it in a safe place.
catch and release 1catch and release 2
Location of swim bladder
Typical embolized condition after retrieval from depth
catch and release 3 catch and release 4
Carefully insert needle under a scale at a 45° angle and gently squeeze. You will hear the trapped gas escape. If deflated stomach is still protuding from the mouth do not attempt to push stomach back into the mouth. This will generally take care of itself.

Good Fishing!

Source